Halaman Awal

Dashboard Laporan Keseluruhan & Peran Guru BK

Dashboard Laporan Kumulatif Sekolah

Berikut merupakan statistik akumulasi dari data seluruh siswa yang telah diinput ke dalam sistem manajemen.

Total Alpa
0
Total Izin
0
Total Sakit
0
Total Lari/Bolos
0
Total Kasus Terinput
0
Poster BK

Peran & Tanggung Jawab Utama Guru BK (Kurikulum Merdeka 2026)

1. Peran Utama Guru BK

  • Fasilitator dan Pendamping Prestasi: Kementerian Pendidikan menekankan peran Guru BK sebagai pendamping yang membantu memetakan serta mendorong potensi, minat, dan bakat siswa agar mencapai prestasi optimal secara holistik.
  • Agen Penguat Profil Pelajar Pancasila: Guru BK bertanggung jawab menumbuhkan nilai kebajikan, self-awareness (kesadaran diri), disiplin positif, serta kemandirian siswa yang selaras dengan karakter Pelajar Pancasila.
  • Kolaborator Ekosistem Sekolah: Menjadi jembatan or mediator antara siswa, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan orang tua untuk menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

2. Tanggung Jawab dalam Ruang Lingkup Layanan

Sesuai dengan panduan kurikulum terbaru, tanggung jawab operasional Guru BK dibagi ke dalam 4 komponen layanan utama:

Komponen Layanan Deskripsi dan Tanggung Jawab
Layanan Dasar Memberikan bimbingan klasikal atau kelompok bagi seluruh siswa tanpa terkecuali. Fokusnya adalah pencegahan (preventif) dan pengembangan diri, seperti membangun motivasi belajar, regulasi emosi, dan literasi digital (mengatasi cyberbullying).
Layanan Responsif Memberikan intervensi or konseling langsung (individu/kelompok) bagi siswa yang membutuhkan bantuan segera, baik terkait masalah pribadi, sosial, maupun krisis akademik.
Peminatan & Perencanaan Individual Membantu siswa memahami potensi dirinya secara objektif untuk menyusun rencana masa depan. Ini mencakup bimbingan karier, pemilihan mata pelajaran pilihan di tingkat SMA, persiapan studi lanjut, hingga dunia kerja.
Dukungan Sistem Mengelola program BK, melakukan asesmen diagnostik (baik formal maupun informal) untuk memetakan kebutuhan siswa, serta berjejaring dengan ahli eksternal (seperti psikolog atau lembaga karier).

3. Strategi BK yang Menjadi Fokus di Tahun 2026

  • Pelaksanaan Asesmen Non-Kognitif/Diagnostik: Sebelum proses belajar atau pemilihan jalur minat dimulai, Guru BK wajib memetakan kondisi psikologis, gaya belajar, latar belakang keluarga, dan minat siswa agar guru mata pelajaran bisa menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang tepat.
  • Pendekatan Diferensiasi dalam Karier: Membimbing siswa secara personal dalam memilih program studi atau jurusan berbasis data minat bakat yang valid agar tidak terjadi fenomena "salah jurusan" saat melangkah ke perguruan tinggi atau dunia kerja.

Analisis Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) & Catatan ABK

1. Uraian Kondisi Fisik, Kesehatan, and Alat Bantu

Panduan Pengisian: Jelaskan kondisi fisik siswa saat ini. Tuliskan jika ada keterbatasan fisik/motorik, riwayat penyakit kronis, atau obat yang wajib dikonsumsi selama jam sekolah. Sebutkan juga alat bantu yang digunakan (misal: kursi roda, alat bantu dengar) beserta tingkat ketergantungannya pada alat tersebut.

2. Uraian Kondisi Psikologis and Stabilitas Emosi

Panduan Pengisian: Gambarkan kondisi psikologis siswa dalam situasi normal and saat di bawah tekanan. Tuliskan tanda-tanda visual jika siswa mulai merasa cemas, stres, atau kehilangan fokus. Sebutkan hal-hal spesifik yang bisa memicu emosi negatif (seperti suara bising, ruangan padat, atau perubahan jadwal mendadak).

3. Uraian Perilaku Saat Menghadapi Tantrum / Krisis

Panduan Pengisian: Tuliskan secara detail bagaimana perilaku siswa ketika mengalami krisis, tantrum, atau histeris (misal: menangis, menyakiti diri sendiri, atau menarik diri). Jelaskan langkah demi langkah yang terbukti efektif untuk menenangkan siswa tersebut (misal: dibawa ke ruang sepi, diberikan instruksi suara tenang, atau diberikan barang kesukaannya).

4. Uraian Kondisi Kemampuan Komunikasi and Interaksi Sosial

Panduan Pengisian: Jelaskan bagaimana siswa menyampaikan keinginan atau mengekspresikan ketidaknyamanan (apakah verbal lancar, menggunakan isyarat, atau butuh media gambar). Tuliskan juga bagaimana kondisi interaksinya dengan guru, teman sekelas, serta apakah siswa cenderung aktif bersosialisasi atau menarik diri.

5. Uraian Kondisi Kesiapan Kerja Fisik (Spesifik Lab/Bengkel SMK)

Panduan Pengisian: Gambarkan kemampuan fisik siswa dalam memegang alat praktik, mengikuti instruksi kerja di lab/bengkel, and kesadarannya terhadap bahaya (K3). Tuliskan hambatan fisik atau kognitif apa saja yang nyata terlihat saat siswa mencoba menyelesaikan tugas praktikum jurusannya.

Daftar Siswa dengan Rekaman AKPD

Nama Siswa Kelas Tipe Kebutuhan Hasil Rekam
Memuat daftar siswa...